Sejarah

SEJARAH 

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT)

DINIYYAH PUTERI RAHMAH EL YUNUSIYYAH

PADANG PANJANG

 

  1. SEJARAH RINGKAS SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYYAH  (STIT)

 

Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang adalah Lembaga Pendidikan Islam khusus Puteri yang didirikan oleh Ibu Rahmah El Yunusiyyah pada tanggal 1 November 1923 pada saat masyarakat masih beranggapan bahwa perempuan tidak pantas dan belum berhak memperoleh pendidikan yang layak. Dengan niat yang ikhlas, Ibu Rahmah bertekad untuk mengangkatkan harkat dan martabat kaumnya, walaupun tantangan sangat berat beliau tetap berjuang selangkah demi selangkah menata Perguruan Diniyyah Puteri ini.

Pada mulanya Perguruan Diniyyah Puteri ini hanya terdiri dari tingkat SLTP saja yakni Diniyyah Menegah Pertama (DMP), kemudian Perguruan ini makin berkembang menjadi beberapa tingkatan pendidikan. Pada tahun 1964 Bunda  Rahmah mulai merintis terwujudnya cita-cita mendirikan Universitas Islam Wanita. Pada tahun mulanya bernama Akademi Diniyyah yang didirikan pada tanggal 4 Oktober 1964 yang langsung dipimpin oleh Ibu Rahmah EL Yunusiyyah. Pada tahun 1966 Akademi Diniyyah dirubah menjadi Fakultas Tarbiyah  Da`wah ( FTD ) yang dipimpin oleh Bapak H. Izzudin Marzuki Lal, yang diresmikan pada tanggal  22 November 1967,  yang dihadiri oleh Bapak Gubernur KDH Tk.I Sumatera Barat, yakni Prof. Drs. Harun Zain, pada pertengahan tahun 1969  FTD memperoleh status diakui dari Departemen Agama.

Untuk menyelaraskan namanya dengan IAIN maka FTD dirubah menjadi Fakultas Dirasah Islamiyah ( FDI ). FDI menjalankan Kurikulum Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang, walaupun FDI pada  waktu itu masih  memiliki mahasiswa 47 orang. Dengan berbagai tantangan  dan rintangan, berkat ketekunan pimpinan beserta dosen maka FDI berhasil melahirkan 162 orang lulusan Bakaloreat pada tahun 1986.

Pada tanggal 21 April 1986, berdasarkan kesepakatan bersama dibentuklah Fakultas Tarbiyah Jurusan  Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Diniyyah Puteri, setelah melengkapi seluruh persyaratan izin operasional dan diajukan kepada Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat, Riau dan Jambi melalui surat nomor 61/ YRY/VI/1987, tanggal 25 Juni 1987, maka Kopertais Wilayah VI Sumbar, Riau dan Jambi, melalui surat Nomor 26/Kop/VI/12/1987 memberi izin Operasional kepada Fakultas Tarbiyah Perguruan Tinggi Diniyyah Puteri dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah  ( STIT ) Rahmah El Yunussiyyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam ( PAI ).

Untuk menyelaraskan nama STIT Rahmah El Yunussiyyah dengan Yayasan Rahmah El Yunusiyyah,  maka berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama  RI No. 94 tahun 1992, tanggal 27 April 1992,  Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)  Rahmah El  Yunusiyyah  menjadi  SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH DINIYAH PUTERI RAHMAH EL -YUNUSIYYAH, dengan kurikulum yang disamakan dengan Kurikulum IAIN Imam Bonjol Padang.

Sejalan dengan perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat dan cita-cita pengurus,  Yayasan Rahmah  El Yunusiyyah  telah membuka Program Diploma Satu ( D1) Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak Islam  ( PGTKI ) sejak tahun 1982.  Program D1 ini, kemudian di integrasikan ke dalam jurusan pada  STIT Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah dan ditingkatkan program Studinya pada tahun akademik 1999/2000 menjadi Program Diploma Dua (D2)  dan sekaligus membuka jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Islam ( PGSDI/ MI) dengan Program Diploma Dua (D2)  sampai tahun akademik 2004/2005.

Pada tahun 2005/2006 sesuai dengan ketentuan dari edaran Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam  maka Program Diploma Dua bernama :

1. Pendidikan Guru Raudhatul Athfal ( PGRA )

2. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ( PGMI )

Bersamaan dengan perubahan nama tersebut, Dirjen Kelembagaan Agama Islam juga melakukan penertiban ulang terhadap seluruh Program D2 PGRA dan PGMI diseluruh PTAI Negeri dan Swasta se Indonesia. Hal ini dipertegas dengan dikeluarkannya larangan bagi PTAI se-Indonesia untuk menerima mahasiswa baru Program D2 PGRA dan PGMI  pada tahun akademik 2006/ 2007 sampai dikeluarkannya izin penyelenggaraan yang baru. Seluruh PTAI diizinkan melakukan passing out untuk para mahasiswa yang telah ada. Sebagai konsekwensi dari kebijakan ini, STIT Diniyyah Puteri tetap menjalankan 3 program studi: PAI (S1), PGRA (D2) dan PGMI (D2). Namun tidak menerima mahasiswi baru  PGRA dan PGMI untuk tahun 2006/ 2007.

Pada bulan Januari 2008, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam  Nomor : Dj.I /17/2008 Jakarta tanggal 15 Januari 2008  oleh Prof. Dr. H. Mohammad Ali, MA Departemen Agama RI,   STIT mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan program S1 Pendidikan Guru Raudhatul Athfal.  Surat Keputusan tersebut membawa angin perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan di STIT Diniyyah Puteri Padang Panjang.

 Seiring dengan  berjalannya waktu, yang mana semua jurusan yang ada di semua Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta harus mendapatkan akreditasi dari BAN-PT, maka pada tanggal 19 – 21 April 2010, Tim Asesor  BAN-PT mengadakan Visitasi ke Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah, untuk menilai jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI),  dan Alhamdulillah pada bulan Agustus tahun 2010,  BAN-PT mengeluarkan Surat Keputusan bahwa jurusan PAI di STIT Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah telah terakreditasi dengan nomor: 014/BAN-PT/Ak-XIII/SI/VIII/2010 tentang status, nilai,  peringkat, dan masa berlaku hasil akreditasi Program Sarjana di Perguruan Tinggi pada tahun 2015 program studi PAI telah di  Re-Akreditasi  dengan mendapatkan nilai B = 334 dengan nomor akreditasi 1145/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2015.  

Pada tahun 2013 Program Studi PGRA sudah terakreditasi dengan nomor 157/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/VII/2013. Namun Pada awal Desember 2016 yang lalu keluar surat keputusan dan peraturan perubahan nomenklatur penamaan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) menjadi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)dan STIT Diniyyah Puteri melakukan pengurusan nomenklatur tersebut ke Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI. Saat ini  sedang dalam proses menunggu nilai  re-Akreditasi untuk Program Studi PIAUD/tersebut.